Pakai 5 Cara ini Agar Desain Web Lebih Simpel

slide1

Sederhana adalah kuncinya! Desain web yang simpel akan membuat tampilan keseluruhan lebih rapi dan ramping. Kurangi navigasi yang terlalu rumit maka tujuan yang ditargetkan akan bisa tercapai maksimal (Misal: meningkatkan signups, subscribers dan penjualan). Jadi apa saja yang harusnya dilakukan oleh desainer web? Berikut ini adalah 5 cara mudah untuk membuat desain web lebih simpel. 

Desain web yang bagus tidak harus berupa sesuatu yang rumit dan terlalu high-tech. Kamu bisa membuatnya simpel cukup dengan 5 langkah mudah seperti fokus pada elemen penting dalam website, mengurangi elemen yang kurang penting, mengurangi jumlah halaman dalam situs, memperbanyak content above the fold, dan mengurangi variasi warna yang berlebih. Yang terpenting adalah untuk memulainya. Untuk itu langsung saja simak poin berikut ini:

  1. Fokus Hanya Pada Bagian Penting

Mungkin kamu bingung ketika melihat poin pertama ini. Tentu saja semua yang dicantumkan dalam web adalah elemen penting, bukan? Namun penemuan mengejutkan menyebutkan bahwa banyak website yang belum menerapkan poin ini dan mencampur adukkan hal-hal yang penting dan tidak penting dalam satu halaman. Mungkin akan sulit untuk menjadi objektif dan mampu memprioritaskan apa yang penting dan tidak, karena kita merasa semuanya penting. Jika kamu ingin membuat desain website yang lebih simpel, identifikasi apa yang menjadi konten utama dalam website, kemudian maksimalkan desain visual di bagian tersebut. Itulah yang dimaksud dengan fokus hanya pada elemen yang penting.

Gunakan aturan 80-20

Ini adalah panduan untuk membuat websitemu lebih simple. Sedikitnya 20% elemen dalam website ini bisa memberikan value 80% bagi bisnis. Beberapa elemen yang porsinya 20% contohnya ada copywrting, beberapa social proof (testimonial, media badges, potongan), dan formulir sign-up atau tombol aksi. Dalam website perusahaan, ataupun website pribadi, sebaiknya kamu lebih tonjolkan dan fokus pada 20% tersebut, agar bisa mendapat benefit yang jumlahnya hingga 80%.

Ini bukan merupakan langkah teknis namun sebuah prinsip yang bisa digunakan untuk memandumu dalam membuat desain website yang simpel secara konstan. Aturan 80-20 ini akan membantumu untuk bisa fokus pada elemen yang penting saja. Kamu juga bisa mencapai hasil yang ditargetkan melalui metode ini. Seperti menambah jumlah konversi visitor yang subscribe, signing up, atau bahkan melakukan pembelian. Dengan begitu kamu mengurangi distraksi dan memudahakan visitor menemukan tombol-tombol penting tersebut.

Seperti yang diketahui, kita sering kali selalu mencari alasan untuk membatalkan pemesanan yang kita lakukan saat berbelanja online, dan alasan navigasi yang rumit sering kali ditemukan sebagai alasan utamanya. Kurangi alasan itu dengan menerapkan aturan 80-20

  1. Hilangkan Elemen yang Kurang Diperlukan

Kita meneruskan tentang aturan 80-20 dalam poin ini.

Setelah kamu mengidentifikasi elemen 20% dalam website yang akan memberikan 80% dari hasil yang diinginkan, sekarang saatnya untuk menghilangkan elemen yang tidak dibutuhkan. Dengan kata lain, 80% elemen dalam website yang justru berkebalikan bisa memberikan hanya 20%. Bisa jadi widget social media sharing, sidebar elements, meta details pada postingan blog (tanggal, waktu, penulis, jumlah komentar, dll), atau link yang ada di footer.

  1. Kurangi Jumlah Halaman Website

Peran terbesar dari menyederhanakan desain website sesimpel dengan memperkecil cakupan area untuk visitor berselancar dan klik sana-sini. Kamu bisa melakukannya dengan memangkas jumlah halaman. Sebaiknya singkirkan saja halaman yang kamu tahu itu kurang diperlukan, atau minimal, gabungkan beberapa halaman menjadi satu. Seperti misalnya, kamu tidak perlu memisahkan antara halaman “About the site” dengan halaman “About me”. Posisikan dirimu sebagai visitor, dengan begitu kamu bisa lebih memahami elemen apa saja yang mereka butuhkan untuk ada di dalam website.

  1. Perbanyak Content Above the Fold

Sebuah penelitian membuktikan bahwa mayoritas orang menghabiskan waktu browsing mereka di area above the fold (semua konten yang pertama kali muncul di layar tanpa sebelum di scroll ke bawah). Jadi jika kamu ingin meningkatkan efektivitas dari web, tampilkan semua konten utaman dan elemen tombol aksi (CTA) pada area tersebut. Kamu bisa melakukan hal sesimpel mengurangi tinggi header jika logo dan menu navigasi websitemu ada di bagian paling atas website. Periksa juga apakah form sign-up atau tombol aksi CTA berada di area below the fold. Pindahkan elemen itu ke halaman paling depan agar visitor dapat dengan mudah melihatnya tanpa harus scrolling down.

  1. Batasi Penggunaan Warna Berlebihan

Banyak dari para desainer web yang berpikir, “Kenapa harus terpaku pada 2 atau 3 warna ketika bisa menggunakan 12 atau 13 warna? Tapi jika kamu bermaksud menyederhanakan desain web secara visual, kamu harus rela untuk mengurangi penggunaan warna yang terlalu banyak. Coba mulai dengan tidak menggunakan lebih dari 2 atau 3 warna. Jika kamu membutuhkan ketajaman dan tekstur pada desain visual, gunakan nuansa dari warna yang sama, biru muda untuk background dan biru tua/navy blue untuk header dan item menu, misalnya.

Kamu harus menghindari membuat websitemu dipenuhi oleh semua warna layaknya pelangi. Secara konstruktif kamu bisa membuatnya lebih simpel, tapi jika warnanya mengganggu penglihatan, usahamu dari 4 poin sebelumnya juga akan percuma.

Semoga setelah membaca tulisan ini kamu menjadi lebih paham dan siap untuk mulai menyederhanakan desain web. Nantinya kamu akan lebih bangga ketika menunjukkan tampilan websitemu. Selain itu visitor juga akan lebih enjoy saat mengakses halaman websitemu yang simpel tapi istimewa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *