Begini Cara Memaksimalkan Sosial Media dengan Content Marketing

Social media communication

Apakah sosial media dan content marketing merupakan dua hal yang berbeda ataukah sesungguhnya sama? Sayangnya, banyak perusahaan yang menganggap bahwa keduanya adalah hal yang sama sekali berbeda. Namun faktanya, marketing melalui sosial media tidak akan berhasil dilakukan tanpa adanyaperanan content. Jika kamu tidak memiliki konten, kamu tidak akan memiliki apapun untuk di share, tweet atau dipost. Tanpa adanya content yang berkualitas, kamu tidak akan bisa melakukan engagement di sosial media. Untuk itu, content-lah yang berperan sebagai juru kunci kesuksesan sebuah kampanye marketing sosial media.

Dengan begitu, content marketing harus dirancang dengan tujuan yang spesifik. Agar lebih efektif, content untuk marketing di sosial media harus didesain sesuai dengan parameter platform yang spesifik, dan, lebih jauhnya, harus dikembangkan menuju sebuah diskusi atau dialog terbuka bagi para konsumen. Tips di bawah ini akan memberikan panduan dalam menghadapi proses memaksimalkan baik sosial media maupun content marketing.

1. Pengujian content A/B untuk melihat efektivitas dengan audiens.

Hanya menyebarkan konten dalam sosial media dan berharap hal itu akan mendongkrak penjualan sungguh bukan rencana yang efektif. Melakukan pengujian terhadap berbagai konten dan pesan melalui jaringan yang berbeda-beda bisa membantu menentukan tipe konten mana yang terbaik dan cocok dengan audiens.

Jika kamu hanya menyebarkan satu jenis konten dan tidak mendapat respon seperti yang diinginkan, kamu mungkin tidak akan pernah tau apa yang salah dan perlu diperbaiki. Melalui A/B testing, kamu akan mendapatkan insight yang dibutuhkan untuk menentukan bagaimana cara terbaik berkomunikasi dengan audiens yang spesifik.

2. Mengoptimasi content untuk jaringan sosial media yang spesifik.

Audiensmu bisa saja memilih berbagai jejaring sosial media yang berbeda-beda. Apakah itu Twitter, Facebook, Instagram, atau Pinterest, setiap jejaring sosial media memiliki audiens dan fitur yang unik. Mengabaikan kenyataan ini hanya akan membuat strategi marketing sosial media-mu berantakan.

Luangkan waktu untuk memahami sifat-sifat dari para jejaring sosial media tersebut dan implementasikan dalam content yang diproduksi. Sebaiknya setiap platform dibuat berbeda sesuai karakteristiknya. Misalnya, Twitter membatasi usernya melalui 140 karakter dan menuntut content yang singkat namun powerful, sedangkan content dalam Facebook dirancang lebih fleksibel, namun terkadang membutuhkan penyertaan foto atau video untuk menambah daya tarik.

3. Mendapat inspirasi dari audiens.

Tak ada salahnya kamu meminta followers dan fans untuk memberikan saran/masukan tentang tipe content yang mereka minati. Ada juga beberapa tools yang bisa dimanfaatkan untuk menentukan jenis content terbaik yang bisa meningkatkan daya tarik sebuah brand, seperti Nexalogy, di mana kamu bisa mendapatkan informasi lengkap tentang topik yang paling sering didiskusikan oleh followers dan fans.

Sosial media telah hadir sebagai wadah untuk mengembangkan kreatifitas dalam menciptakan content. Jika dibarengi dengan perencanaan yang matang, kamu bisa membuat content marketing dan sosial media bersama-sama membantumu mencapai tujuan kampanye. Good luck!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *