5 Kesalahan Strategi Marketing yang Menghabiskan Uang-Mu!

strategi marketing

Kesalahan strategi marketing seringkali tidak disadari oleh para pemilik bisnis (online maupun offline), karena terlalu tergiur dengan keuntungan besar yang ingin didapatkan. Di dalam dunia marketing, para kompetitor akan selalu mencari celah dan peluang di mana letak kelemahan dan kesalahan bisnis Anda. Sedikit saja Anda melakukan kesalahan dalam membuat strategi marketing, itu akan membuka peluang besar bagi kompetitor untuk masuk dan selangkah didepan kita.

Berikut adalah 5 kesalahan strategi marketing yang menghabiskan banyak biaya bisnis Anda.

1. Tidak mengetahui nilai Cost Per Acquisition (CPA)

Banyak yang bertanya-tanya tentang berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan untuk metode marketing tertentu. Cara terbaik untuk menjawabnya adalah dengan mengetahui CPA mereka saat ini, dan berapa banyak “akuisisi” yang tepat untuk kampanye tertentu.

Seringkali, perusahaan pada tahap awal tidak memiliki kesempatan untuk menguji metode yang berbeda untuk memperoleh pelanggan atau pengguna, sehingga mereka tidak yakin. Sampai Anda benar-benar yakin, jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang. Gunakan sedikit anggaran untuk menguji banyak taktik yang berbeda (tapi masih cukup besar untuk ukuran sampel yang akurat) sampai Anda menemukan apa yang benar-benar bekerja untuk Anda.

2. Tidak mengetahui tingkat konversi

Ini adalah pertanyaan lain yang harus bisa Anda jawab. Jika saya bisa membawa Anda berkunjung ke banyak situs X yang berkualitas, bagaimana Anda akan mengkonversinya? Jika tingkat konversi Anda saat ini rendah, apakah itu karena kualitas traffic yang Ada terima, produk atau desain website Anda?

Anda bisa mempersempit jika kualitas traffic yang Anda terima dengan melihat tingkat konversi oleh situs atau iklan. Apakah retargeting iklan Anda menerima konversi lebih tinggi dari amplifikasi Anda? Atau iklan Facebook Anda menerima konversi dari influencer marketing?

3. Tidak menetapkan harga untuk nilai iklan jangka panjang dengan benar

Hampir semua orang menggunakan iklan gambar (display advertisements). Kita membayar sejumlah X, untuk mendapatkan X tayangan, dan dari sana kita tahu berapa banyak konversi yang kita terima.

Metode pemasaran lainnya, seperti PR dan pemasaran influencer tidak cut dan dry. Iklan yang tidak ditampilkan selama beberapa detik dan kemudian menghilang selamanya. PR dan influencer pemasaran adalah iklan jangka panjang. Anda tidak bisa mendapatkan harga iklan jangka panjang dan iklan jangka pendek dengan cara yang sama.

Iklan jangka panjang memiliki nilai tambahan selain dari tayangan awal (yang Anda terima dengan iklan gambar), berikut beberapa contohnya:

  • Social share (Twitter, Facebook, Google+, dan lain-lain)
  • Diskusi
  • SEO
  • Akses selamanya
  • Peningkatan pengenalan merek (membaca adalah tingkat yang lebih tinggi dari keterlibatan iklan yang mungkin atau tidak mungkin dilihat).

Ketika Anda menetapkan harga apakah itu untuk pemasaran jangka panjang atau metode iklan lainnya adalah nilai yang baik, Anda tidak bisa hanya melihat dari jumlah tayangan. Menghitung nilai total dari media merupakan cara yang lebih baik untuk menentukan apakah anggaran Anda digunakan dengan baik.

4. Tidak melakukan A/B Testing

Mungkin salah satu yang paling sederhana tapi sering dilupakan adalah A/B Testing. Jika Anda berinvestasi jangka pendek pada pendekatan funnel (seperti PR, pemasaran influencer, atau lainnya) halaman A/B testing akan mengarahkan pengunjung untuk membantu Anda mengoptimalkan layout untuk inisiatif masa depan.

Lakukan perubahan kecil pada halaman, seperti bahasa, warna dan gambar, kemudian lihat halaman mana yang menghasilkan tingkat konversi terbaik. Jika Anda berinvesatsi pada top funnel top A/B testing, Anda akan kehilangan data berharga yang akan membantu bisnis Anda tumbuh.

5. Tidak memiliki blog

Hal ini sangat penting jika Anda memiliki bisnis baru atau bisnis yang sudah mapan yang akan meluncurkan produk baru. Anda tidak perlu indeks posting blog yang besar, tetapi sebelum berinvestasi dalam off-site advertising dan marketing, pastikan Anda memiliki beberapa posting blog di situs Anda untuk pengunjung mengaksesnya. Blog akan memberikan nilai tambah dan membangun kepercayaan pengunjung dan merupakan dasar yang baik untuk dimiliki sebelum terlibat dalam upaya pemasaran lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *